Rabu, 23 Agustus 2017

Cara Mengakses Microsoft Outlook

Microsoft Outlook atau Microsoft Office Outlook adalah sebuah program personal information manager dari Microsoft, dan bagian dari suite Microsoft Office  . Walaupun biasanya hanya digunakan untuk mengirim dan membaca surat-e atau emai, program ini juga memiliki fungsi kalender, jadwal kerja, catatan, dan jurnal. Bila digunakan bersama dengan Microsoft Exchange Server, Outlook dapat menyediakan akses kotak surat, kalender, dan jadwal bersama.

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat Microsoft Outlook:


 1. Masuk ke Akun Email Pribadi
            Jika tidak memiliki akun maka buat akun terlebih dahulu

2. Klik di "Sign-in & Security"

3. Scroll Down



4. Pilih  "Allow less secure apps:  "ON"



5. Buka Aplikasi Microsoft Outlook lalu klik "Tools" di ToolBar dan pilih "Account Settings"


  6. Klik "New"

7. Isi Nama, Email beserta password lalu klik "Next"

8. Tunggu proses "Configuring hingga selesai lalu Klik "Finish"


 9. Setelah selesai klik "Close"




 10. Ketik "F9" pada Keyboard untuk menerima pesan dari akun email

11. Setelah pesan masuk maka konfigurasi selesai

Selesaaaiiii~~















Kamis, 17 Agustus 2017

Cara Back Up Data dari Komputer Ke Microsoft Outlook (Import)

Selain menyimpan data dari Microsoft Outlook ke komputer, kita juga dapat melakukan sebaliknya. Cara ini disebut dengan Import.

Berikut langkah-langkahnya:

1. Tampilan Microsoft Outlook yang kosong akan kita isi dengan email yang sudah kita back up.
Klik File - Import and Export


2.  Pilih Import file from another program or file


3. Pilih Personal Folder Data


4. Browse file dari komputer kita yang ingin kita back up ke microsoft oulook




5. Pilih folder tujuan yang diinginkan - Finish


6. Selesaaaiii. File yang kita import akan terlihat di folder inbox

Cara Back Up Email ke Komputer Menggunakan Microsoft Outlook (Export)

Dengan menggunakan Microsoft Outlook, kita dapat memback-up data atau email kita ke komputer. Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kehilangan data-data penting di akun email. Cara ini, disebut dengan Export Data.

Berikut langkah-langkah pengerjaannya:

1. Klik File - Import and Export - Export to File


2. Klik Personal Folder File (pst)


3. Pilih folder yang ingin kita export, contoh folder Inbox. Jika didalam folder inbox ada subfolder, conteng Include Subfolders - Finish


4. Browsing tempat penyimpan file yang diexport tadi di komputer - OK - Finish




5. Saat menyimpan file, kita juga dapat membuat passoword. Setelah itu klik OK,

6. Selesaaiiiii

Cara Filtering Email di Microsoft Outlook

Dalam Microsoft Outlook, kita dapat memfilter email-email yang masuk ke email kita. Filtering ini berguna untuk membantu kita memisahkan email-email yang kita anggap penting dan yang biasa saja. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memfilter email di Microsoft Outlook adalah sebagai berikut:


1. Buat folder baru sebagai tempat penyimpanan email yang ingin kita filter.
Inbox - Klik Kanan - New Folder - Create New Folder (seperti gambr)




2. Setelah sub folder terbentuk, buka email yang kita inginkan.
Klik Kanan - Create Rule - Conteng sumber email yang kita inginkan - Conteng move to item folder  - Select Folder - OK


3. Setelah itu jangan lupa conteng Run this rule now - OK



4. Selesaaai. Email pilihan Anda akan otomatis ditarik ke folder yang Anda inginkan.






Kamis, 20 Juli 2017

Usaha Tanpa Modal?

Bisnis properti tidak selamanya harus dengan modal besar, bahkan bisnis ini bisa dilakukan tanpa modal. Modal yang paling utama untuk memulai bisnis properti adalah keterampilan berbicara. Semua orang tentu sudah dibekali kemampuan berbicara sejak lahir, tentu ini bukan masalah yang besar bagi Anda yang ingin memulai bisnis properti. Di bawah ini adalah rangkuman 9 cara memulai bisnis properti dari nol tanpa modal yang mungkin dapat Anda coba.

1. Dimulai dari Nol

Mulai dari Nol
Mulai dari Nol via thefoundation.com

Ketika Anda terjun langsung dari nol, Anda sebenarnya memiliki keahlian yang lebih banyak ketimbang pelaku usaha lain yang meneruskan sebuah bisnis mulai dari level tengah. Anda akan belajar bagaimana cara mengatasi setiap kegagalan dan tentunya saat Anda sukses, perasaan puas itu tidak ada tandingannya. Jadi siapapun yang bilang kalau bisnis mulai dari nol itu susah, Anda harus membuktikan pada mereka bahwa tidak selamanya seperti itu.

2. Rajin Melihat Iklan

Mencari Iklan Properti
Mencari Iklan Properti via huffpost.com

Saat ini sudah ada banyak sekali media yang memuat iklan-iklan properti. Sumbernya pun beragam, bisa dari internet, koran maupun papan iklan di jalan. Anda bisa turut memasarkan properti yang sedang dijual tersebut kepada kerabat atau orang yang membutuhkan. Saat memasang harga, patok harga yang sedikit lebih tinggi agar jika terjual, Anda memperoleh keuntungan.

3. Dimulai dari Lingkungan Anda

Mulai dari Orang-orang Terdekat
Mulai dari Orang-orang Terdekat via scoutable.co.nz

Di sekitar Anda pasti ada banyak orang yang ingin membeli rumah atau menjualnya, anda bisa mengamati dan ikut 'nimbrung' saat terjadi pembicaraan seputar hal ini. Tanyakan lebih detail rumah seperti apa yang dicari dan lokasinya di mana. Saat Anda baru memulai bisnis, Anda bisa belajar bagaimana menjalankan usaha ini. Toh tidak ada perjanjian kalau Anda harus mencarikan rumah sampai dapat. Jadi bisnis ini sifatnya nothing to lose. Tapi Anda juga harus rajin dan fokus dalam mencarikan properti agar hasilnya tidak sia-sia.

4. Mencari Calon Penjual

Mencari Penjual Rumah
Mencari Penjual Rumah via shorewest.com

Ketika Anda sudah berdiskusi dengan calon pembeli, maka tugas Anda berikutnya adalah mencari calon penjual. Untuk mencari properti yang dijual, pertama-tama Anda harus rajin mendatangi lokasi perumahan dan pameran properti yang sedang dilangsungkan di daerah terdekat Anda. Lokasi sangat menentukan harga dan minat, galilah informasi selengkap mungkin agar calon pembeli pun memiliki gambaran yang memuaskan akan pilihan rumah yang ada.

5. Tawarkan Kerjasama

Tawarkan Kerjasama dengan Para Rekan
Tawarkan Kerjasama dengan Para Rekan via cloudfront.net

Saat Anda telah menemukan penjual, mulailah menawarkan kerjasama. Ada baiknya menuliskan kerjasama tersebut di atas kertas agar lebih jelas dan tidak merugikan pihak mana pun. Tanyakan pula detail rumah yang dijual, seperti luas, lantai, harga, kondisi sekitar, serta cara pembayaran yang dikehendaki berikut komisi yang akan Anda dapatkan kalau berhasil menjual rumah tersebut.
Setelah mengikat kerjasama, tugas Anda adalah mencari pembeli yang tepat. Di sinilah keahlian marketing Anda diperlukan. Anda harus memahami cara meyakinkan calon pembeli. Perlu juga diketahui, jangan sampai melebih-lebihkan fakta mengenai keadaan properti karena itu artinya Anda sudah tidak jujur dalam berbisnis. Jika ketahuan berbohong, kemungkinan besar mereka tak mau menggunakan jasa Anda lagi.
Dari segi harga, jangan menaikkan harga terlalu tinggi karena para calon pembeli pun akan lari. Para penjual biasanya sudah memberikan ketentuan komisi yang akan Anda dapat kalau berhasil menjual rumah mereka. Oleh karena itu, perjanjian yang tertulis haruslah mengenai persentase komisi yang diberikan alih-alih menaikkan harga rumah yang sudah selangit.

6. Membuat Website untuk Promosi

Membangun Website untuk Keperluan Promosi
Membangun Website untuk Keperluan Promosi via hotpinkwebsites.com

Saat ini, teknik promosi dengan zero marketing adalah dengan menggunakan media online. Anda bisa membagikan informasi lewat Facebook atau Twitter. Cara lainnya adalah membuat website gratis di blogger.com atau wordpress.com. Website ini nantinya bisa mempertemukan pembeli dan penjual. Namun semua kontak harus melalui Anda. Jadi, jangan memberikan informasi kontak pembeli atau pun penjual di dalam website tersebut. Pemasaran lewat online akan memperluas network Anda sehingga pembeli dari luar pulau pun dapat melihat properti yang Anda tawarkan. Pastikan anda memasang foto rumah yang sebenarnya dan secara lengkap.


7. Buat Merek Usaha

Membuat Merek Usaha Properti
Membuat Merek Usaha Properti via davronmarketing.com

Saat bisnis mulai lancar, Anda dapat membuat merek usaha sendiri agar lebih professional. Carilah nama yang mudah diingat dan pastikan Anda sudah mendaftarkan nama tersebut secara hukum agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Para calon pembeli dan penjual akan lebih percaya dengan sebuah jasa yang telah memiliki nama dan terbukti bermanfaat bagi mereka. Pada tahap ini, mendaftarkan merek usaha memang butuh biaya. Jika anggaran Anda terbatas, Anda bisa meminjam terlebih dahulu kepada kerabat keluarga atau bank dan berkomitmen untuk mengembalikannya tepat waktu.

8. Sisihkan Keuntungan

Sisihkan Penghasilan untuk Keperluan Lain
Sisihkan Penghasilan untuk Keperluan Lain via insightbulletin.com

Setiap Anda memperoleh keuntungan dari komisi, pastikan Anda menyisihkan sebagian pendapatan tersebut untuk ditabungkan dan memperbesar usaha Anda nantinya. Bisa juga menyisihkan sebagian lagi untuk bersedekah. Dengan berbagi rejeki, niscaya rezeki Anda pun dimudahkan oleh Tuhan.


9. Mencari Karyawan

Mempekerjakan Karyawan untuk Usaha Anda
Mempekerjakan Karyawan untuk Usaha Anda via cloudtweaks.com

Ketika usaha sudah semakin besar, Anda tidak mungkin selamanya mencari calon pembeli dan penjual sendirian. Anda membutuhkan bantuan dari orang lain atau bahkan mungkin seorang rekan untuk diajak bekerjasama membesarkan usaha. Pada tahap ini, pengalaman Anda sudah banyak karena Anda telah berkecimpung di usaha properti mulai dari nol. Ini saat yang tepat untuk mengembangkan usaha dan meminimalisir kemungkinan gagal. Apabila modal sudah terkumpul, tak ada salahnya mencari staf yang dapat mengurus segala keperluan administrasi serta memasarkan properti yang masuk ke listing Anda.

Raihlah Kesuksesan dengan Bisnis Properti

Itulah poin-poin penting dalam cara memulai bisnis properti dari nol tanpa modal. Beberapa metode di atas dapat dilakukan tanpa menggunakan biaya besar. Perlu diingat, letak sukses yang sejati adalah perjalanan menuju kesuksesan itu. Sukses yang didapat secara instan tidak akan bertahan lama. Tapi sukses yang diawali dengan kegagalan akan membentuk karakter Anda sebagai seorang pelaku bisnis agar tidak mudah menyerah. Semoga tips ini berguna bagi Anda yang sedang memulai bisnis properti.


dikutipdari: https://www.cermati.com/artikel/9-cara-memulai-bisnis-properti-dari-nol-tanpa-modal

Etika Bisnis


Etika bisnis adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang masih berkaitan dengan personal, perusahaan ataupun masyarakat. atau bisa juga diartikan pengetahuan tentang tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal secara ekonomi maupun sosial.


Dalam menerapkan etika dalam berbisnis kamu harus memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku di dalam masyarakat. Disamping itu etika bisnis juga bisa diterapakan dan dimunculkan dalam perusahaan sendiri karena memiliki keterkaitan dengan profesional bisnis. Perusahaan menyakini prinsip bisnis yang baik adalah yang memperhatikan etika-etika yang berlaku, seperti menaati hukun dan peraturan yang berlaku.

Prinsip etika bisnis

Secara umum etika bisnis harus ditempuh oleh perusahaan agar tercapai tujuan yang telah ditetapakan. Oleh karena itu etika bisnis memiliki beberapa prinsip yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan yang dimaksud. Adapun prinsip-prinsip etika dalam berbisnis adalah sebagai berikut:

Prinsip Otonomi

Dalam prinsip otonomi etika bisnis perusahaan bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang telah dikuasai Sesuai dengan visi dan misi perusahaan tersebut. Contoh otonomi dalam etika bisnis perusahaan tidak bergantung dengan perusahaan lain dalam mengambil keputusan bisnis. Perusahaan tersebut bebas mengambil keputusan apapun yang sesuai dengan visi misinya.
Dalam menjalankan prinsip otonomi ini 2 perusahaan atau lebih bisa berkomitmen dalam menjalankan etika bisnis ini, namun masing-masing perusahaan dimungkinkan untuk mengambil pendekatan yang berbeda-beda dalam menjalankanya. Sebab masing-masing perusahaan memiliki kondisi karakter internal dan strategi yang berbeda dalam mencapai tujuan serta visi misi dari perusahaan tersebut.

Prinsip kejujuran

Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling dasar untuk mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan bisa berhasil dan sukses bila setiap individu yang terlibat dalam kegiatan bisnis menerapkan prinsip kejujuran. Pada dasarnya prinsip kejujuran ini harus ditanamkan dalam setiap kegiatan bisnis. Hal yang paling penting dalam menerapakan prinsip ini dalam bisnis adalah dengan memulai menerapakan prinsip ini pada diri kamu dahulu. Jika kamu sebagai pimpinan perusahaan mampu untuk menerapakan prinsip ini, tentu akan menjadi contoh bagi semua karyawan yang bekerja di perusahaanmu.

/
 Prinsip keadilan
Dalam menerapakan prinsip keadilan semua pihak yang terkait dalam bisnis harus memberikan kontribusi baik itu secara langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis. Oleh karena itu semua pihak harus memiliki akses yang positif sesuai dengan kemampuan dan peran yang sudah diberikan kepada masing-masing terhadap keberhasilan bisnis ini. Contoh prinsip keadilan dalam etika bisnis seperti alokasi sumber daya ekonomi kepada semua pemilikfaktor ekonomi. Hal ini bisa dilkukan dengan membuat kesepakatan tentang harga konsumen dan juga harga pemasok bahan baku serta alat-alat produksi.

Prinsip hormat pada diri sendiri

Prinsip ini akan memberikan dampak pada bisnis itu sendiri. Dalam menjalankan bisnis masyarakat sebagai konsumen merupakan cerminan bagi bisnis kita. Bila bisnis kita memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat tentu itu akan berdampak positif dengan bisnis yang kita jalankan dan begitu juga sebaliknya. Sebagai pengelola perusahaan sudah menjadi kewajiban untuk memberikan respek kepada siapapun yang terlibat dalam aktivitas bisnis. Dengan demikian pasti semua pihak akan memberikan respek yang sama terhadap perusahaan yang kita kelola. Sebagai contoh prinsip menghormati diri sendiri dalam etika bisnis: Manajemen perusahaan dengan team work-nya memiliki sistem kerja yang berorientasi kepada pelanggan akan makin fanatik terhadap perusahaan. Demikian juga, jika sistem manajemen berorientasi pada pemberian kepuasan kepada karyawan yang berprestasi karena sepadan dengan prestasinya maka dapat dipastikan karyawan akan makin loyal terhadap perusahaan.


dikutipdari: sarungpreneur.com/teori-dan-pengertian-etika-bisnis

Cara Membuat Presentasi Power Point Menarik

1. Have a Killer Opening Slide

Slide pembuka yang menjadi awal presentasi adalah kesempatan Anda untuk menarik perhatian audiens. Karena itu, jangan ragu tampil beda. Gunakan gambar yang unik, menarik, dan warna yang mengundang perhatian.

2. Use a Color Scheme

Menggunakan skema warna yang tepat menciptakan keharmonisan dan profesionalitas dalam presentasi Anda. Anda bisa menggunakan skema dengan melihat majalah, atau menggunakan skema sesuai yang sudah disediakan Powerpoint.

3. Use Stunning Visuals

Slide adalah alat komunikasi visual. Karena itu, gunakan gambar, diagram dan tampilan visual lainnya yang membantu audiens memahami ide Anda dengan cepat. Gunakan pula gambar yang mampu menarik perhatian, memancing rasa ingin tahu, dan membuat audiens selalu ingin mendengar kelanjutan presentasi.

4. Get Your Text Right

Ingat, presentasi Anda hadir untuk dilihat seluruh audiens. Pastikan teks digunakan dengan tepat dan mudah dibaca. Gunakan ukuran font yang cukup besar sehingga tetap terlihat dengan baik oleh audiens yang duduk di kursi paling belakang sekalipun.
Jangan lupa menggunakan font yang berbeda-beda memang menarik, asal jangan sampai berlebihan sehingga membuat presentasi terlihat murahan.

5. Use CRAP

Ini adalah singkatan dari Contrast, Repetition, Alignment dan Proximity. Konsep ini dijelaskan sangat baik oleh Robin Williams dalam bukunya The Non Designer’s Design Book dan The Non Designer’s Presentation Book.

Contrast – Kontras

Ciptakan perbedaan antara elemen-elemen dalam slide Anda. Kontras berfungsi untuk menciptakan perbedaan, perbandingan, dan membuat sesuatu jadi lebih menarik. Kontras dapat dibuat dengan memberikan ukuran berbeda, warna berbeda, atau tampilan yang berbeda.

Repetition – Pengulangan

Manfaatkan elemen yang bisa diulang dalam presentasi Anda antara satu slide dengan slide yang lain. Anda bisa mengulang warna, pola, tata letak dan banyak hal lainnya. Pengulangan menciptakan harmoni dalam keseluruhan slide presentasi.

6. Use Video

Sesekali gunakan video dalam presentasi Anda. Persiapkan dengan baik agar video bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala teknis.

7. Share Your Presentation

Bagikan kepada dunia presentasi Anda. Dengan cara ini, Anda bisa memberi inspirasi kepada orang lain.

8. Recap

Selalu buat ringkasan atau kesimpulan dari presentasi Anda. Dengan demikian, audiens dengan mudah mengingat kembali seluruh poin penting yang dibahas untuk mereka bawa pulang.




dikutipdari: http://www.presentasi.net/cara-presentasi-powerpoint/

Vocabulary that often used at office.

Getting to know the office equipment:
1.     A stapler is used for fixing pieces of paper to another
2.     A hole punch is used for making holes in paper
3.     A ruler is used for drawing straight line
4.     Tippex fluid is used for corrrecting mistakes
5.     Paper clips are used for making holes in paper stronger
6.     Paper glue is used for sticking one piece of paper to another
7.     Pubber is used for erasing mistakes
8.     Dictating machine is used for recording letters onto tape
9.     A pencil sharpener is used for sharpening pencils
10.  Telex is used for sendng and receiving messages
Facsimile machine is used for sending copies of documents

How to Deliver A Good Speech

Nine Behavior Skills To Effective Communication


1.     Solid Eye Communication
2.     Good Posture And Movement
3.     Natural Gestures
4.     Dress And Appearance
5.     Voice And Vocal Variety
6.     Effective Use Of Language An Pause
7.     Active Listener Involvement
8.     Effective Use Of Humor
Being Your Manual Self

Kamis, 13 Juli 2017

Service Excellence dan Customer Service

Service exellence (Layanan Prima) adalah suatu pelayanan yang melampaui kebutuhan dan ekspetasi pelanggan. Pelayanan prima biasanya berhubungan erat dengan bisnis jasa pelayanan yang dilakukan dalam upaya untuk memberikan rasa puas dan menumbuhkan kepercayaan terhadap pelanggan atau konsumen, sehingga pelanggan merasa dirinya dipentingkan atau diperhatikan dengan baik dan benar.

Salah satu cara untuk memberikan service exellence adalah dengan menjadi seorang customer service yang baik. Customer service adalah seseorang yang memberikan pelayanan kapada pelanggan. Berikut tips agar menjadi customer service yang baik..


1. Berikan sambutan yang hangat
Pengalaman customer service yang baik dimulai dari momen pelanggan memulai kontak bersamamu. Sambut mereka dengan baik dan hangat ketika pembicaraan dimulai, sehingga mereka merasa nyaman untuk bertanya atau mengungkapkan apa yang ingin mereka sampaikan. Apalagi ketika pelanggan hendak menyampaikan keluhan, sambutan yang baik akan memulai pembicaraan dengan nada yang lebih positif. Selain itu, kamu akan berkesan tanggap dan terbuka untuk membantu memecahkan persoalan yang mereka hadapi.
2.  Ketahui produkmu
Kurangnya pengetahuan akan produk yang kamu jual bisa menjadi poin minus di mata pelanggan. Ketika mereka memiliki pertanyaan seputar produk kamu, mereka akan berharap untuk mendapatkan jawaban yang mereka cari. Sebagai pemilik dan/atau admin toko, tentu kamu perlu memiliki pengetahuan yang dalam seputar produk yang kamu jual - seperti spesifikasi ukuran, warna, bahan, jumlah stok dan sebagainya. Pastikan untuk mendedikasikan waktu bersama timsupport atau customer service untuk meningkatkan product knowledge dengan mengadakan training secara rutin.


3.  Gunakan bahasa yang positif
Pastikan untuk berhati-hati dengan kata-kata yang kamu pilih ketika berkomunikasi dengan pelanggan. Selain berterus terang, salah satu aspek yang harus selalu ditekankan adalah penggunaan bahasa yang positif. Selalu cari cara untuk membantu pelanggan, dan jika mereka memiliki permintaan - selama masih beralasan - fokuskan jawaban kamu ke pemecahan masalah. Alih-alih berkata, “Saya tidak tahu” kamu bisa bilang, “Saya akan mencari tahu lebih jauh.”


4. Dengarkan!
Berikan pelanggan perhatian yang penuh dengan mendengarkan secara seksama sehingga mereka merasa dihargai. Ingat untuk tidak menyela saat mereka di tengah berbicara, karena apa yang mereka sampaikan perlu diutarakan secara secara utuh - belum tentu apa yang kamu pahami itu sesuai dengan maksud pelanggan. Selain itu, fokuskan perhatian kamu, karena dalam posisi pelanggan tentunya kamu tidak ingin mengulangi pembicaraan berulang-kali, bukan?

5. Pahami maksud, jadi proaktif
Setelah mendengarkan, inilah momen kamu untuk menentukan apakah si pelanggan bingung, kesal atau kurang puas, kemudian menindaklanjuti persoalan tersebut. Ulangi inti pembicaraan atau permasalahan jika ada yang kurang jelas, berikan jawaban yang dibutuhkan oleh pelanggan, dan terus proaktif mencari alternatif dari solusi yang kamu tawarkan kepada mereka.
Misalnya, jika kamu sebagai reseller produk kecantikan menghadapi pelanggan yang ingin mencari alat kosmetik tertentu tetapi bingung ingin memilih merek yang mana, kamu bisa menawarkan berbagai opsi yang sesuai dengan kebutuhannya – atau membantu memilih berdasarkan pengalaman pribadi atau review positif yang sebelumnya pernah kamu dengar dari pelanggan lain.


6.
 Bersabar dan posisikan dirimu memakai sepatu orang lain
Bisa dijamin bahwa kamu akan menghadapi pelanggan dengan karakter yang begitu berbeda dari satu sama lain. Mungkin beberapa akan tampak tenang dan kooperatif, tapi sering juga kita hadapi yang lebih ‘reaktif’. Di sinilah kesabaran kamu akan diuji, karena belum tentu apa yang kamu sampaikan akan diterima oleh si pelanggan.

Jika dihadapi keadaan yang kurang mengenakkan, hindari penggunaan suara dan nada yang keras. Jangan pernah menyalahkan rekan kerja, keadaan, apalagi pelanggan itu sendiri. Bukan berarti mereka selalu benar, tetapi perdebatan tidak akan selalu membantu memecahkan masalah. Sebagai pelayan customer service yang profesional, pastikan untuk tidak terprovokasi dan tunjukkan bahwa kamu siap menindaklanjuti permintaan si pelanggan.
7. Review kembali dengan feedback
Meskipun sudah merasa mampu memberikan layanan terbaik bagi para pelanggan, belum tentu mereka merasakan hal yang sama. Berhubung customer service merupakan fitur terpenting dalam menjaga loyalitas pelanggan, berikan wadah bagi mereka untuk memberikan feedback terhadap layanan yang kamu berikan, sehingga kamu akan terus terpacu untuk meningkatkan kualitasnya. Kamu bisa meminta mereka mengisi rating dari skala Sangat Puas hingga Tidak Puas pada online feedback form yang kamu miliki. Siapa lagi yang mampu memberikan feedback paling objektif mengenai layanan kamu, kalau bukan para pelanggan?


8. Tunjukkan semangat yang tinggi
Pada akhirnya, customer service adalah sesuatu yang harus dilakukan dengan motivasi dan semangat yang tinggi. Perlu kita tekankan sekali lagi bahwa customer service memegang salah satu peran krusial dalam berbisnis sebagai pemelihara hubungan antara toko dan pelanggan. Oleh karena itu, ambillah berbagai inisiatif untuk selalu memberikan yang “lebih” kepada pelanggan. Hal ini tentu akan memakan waktu dan usaha yang lebih banyak, tetapi - meskipun hasilnya tidak akan langsung terlihat, cepat atau lambat semua manfaatnya akan terasa. Jika kamu berperan sebagai pemilik toko, perlakukan barisan tim atau karyawan dengan baik dan hormat, sehingga mereka juga akan terdorong untuk menghargai pelanggan.

postingandikutipdari: https://ktiiweb.wordpress.com/2015/05/28/service-excellence/ dan https://www.sirclo.com/blog/2015/10/8-tips-customer-service-agar-disukai-pelanggan